Mutiara di Tempat Sampah

pada suatu ketika
di pegunungan alaska
tak ada mahluk menerka
menguji sebuah lirik etika
antara barak-barak kotor mereka

silau terangi gelap
saat butir butir hamba terlelap
puing-puing kacau gemerlap
walau mendayu titik sekejap
rasa syukur pada sekte ini ku tetap

mutiara itu duduk istiqomah
lalu berdiri tegak nan megah
dengan penuh ilmu yang kokoh
lantang menyeruak gagah
tanpa sedikitpun terengah

walau banyak kritik
ditengah intrik dan polemik
semua musuh berbisik
tak ada satupun ketakutan dalam penyampaian
ayat-ayat ilahi
sirami negeri


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ladang Amal

Layang-layang Ilalang

Sepatu Payung