Postingan

Judul-judul Palsu

Gambar
yah kata ini benar sebagai penerang kaum terpapar di negeri tiran terlihat samar bohong jadi benar walau publik bicara salah tak ada lagi batas di tumpu bisik bisik hujan membabi buta pada jelata tidak hanya satu beribu kata bohng berisi regu ampun lugas tak guna daya sampai batas pohon ku padamu tuhan maha satu yang segala tahu di balik judul judul palsu

Tak Lagi Gagah

Gambar
dia terluka tak bergeming atau mati rasa di panca indra saat saudara muka, bicara asia murka bermuka dua tiada peduli saat garuda pincang sang gaza gagah pasang badan tak kurung jemu jua apa harus ke negri fantasi menunggu legolas tranduil melangkah walau secuil bukan kalah jadi abu namun kalah tetap menggebu ghirah ini takan mati walau dunia menghampiri menanti dikau

Layang-layang Ilalang

Gambar
telah datang saat al aqsa menjulang di genggam israel malang rakyat terkekang siap menjelang malam tak gelap pesona ketika dunia hangus nan buta oleh kejam hiruk media dihantam keras berat berbeda besi melawan tanah walau kami terjarah tak ada kata menyerah untuk para bedebah kami satu menggugah memang tanpa belati apalagi senjata api musuh seragam lengkap dan uzi tak ada takut intifada banjiri serdadu hina, keji

Sepatu Payung

Gambar
aku mendayung berserakan laras kentara saat amatahari datang nirwana dia terpana jua di terima kirim peci hitam ke markas agar tak ada lagi kata sirna kedengkian tak percaya iri berbolak balik hati bahtera i kapital tak lagi nyata bah dikau abah ampun ku merantau hanyut jamrud sampai larut jalan di atas tema ku malu sementara semena mena tiran tiran kuda kirana

Ulang Tahun Atau Dekat Mati

Gambar
setiap masa dia menunggu saat jam berdetak menabrak waktu atau tahun termangu duduk menggebu dibingkai hari detik berlagu saat itu israil menuju aku jadwal ini tertulis takdir menanti santapan serba ngeri di alam peri atau berseri inidah pada bidadari aku telah tertanda gunung dosa ku kala khusnul khatimah harap bicara saat datang pencabut nyawa hanya mengadu pada siapa dunia fana fatamorgana gumpalan noda terus menumpuk tak ada lega terus berjumpa bayang pribada kejam tersiksa bodohnya luka tak kira moga tautan lahir atau umur berakhir

Ladang Amal

Gambar
apa pula ku mengambil pasal dingin meredang kucampur layar tertulis lisan terbungkus indah dulu lauf al mahfuz takdir menepi rasul terutus mencari ilmu dengan keringat walau empat tahun  emak teringat sampai di negeri beban memberat ekonomi susah hidup menyayat akhirnya semua minggat pendidikan terhambat adalah pak somad di tinggikan derajad walau belum seabad indah merangkul semua mahzab khilafiyah adalah kekayaan khazanah takjub tidak hanya sekejap sekaya hati seluas dada mengayun pagi di lepas jaga tak ada lagi bisa kupungkiri beribu hikmat ku hampar raya di tanah melayu di negeri sumatra

Mutiara di Tempat Sampah

Gambar
pada suatu ketika di pegunungan alaska tak ada mahluk menerka menguji sebuah lirik etika antara barak-barak kotor mereka silau terangi gelap saat butir butir hamba terlelap puing-puing kacau gemerlap walau mendayu titik sekejap rasa syukur pada sekte ini ku tetap mutiara itu duduk istiqomah lalu berdiri tegak nan megah dengan penuh ilmu yang kokoh lantang menyeruak gagah tanpa sedikitpun terengah walau banyak kritik ditengah intrik dan polemik semua musuh berbisik tak ada satupun ketakutan dalam penyampaian ayat-ayat ilahi sirami negeri