Dingin di hari kemarau
dingin ini kurasa di hari ku angan mata yang tak arai di belakang senja lagi ku pikirkan semua kenapa bisa terjadi di blakang tembok pribadi apakah klausa lagi bila mana sampai di awan ku berontak karna harapan kusam menghitan bagaikan logam tak terpakai desir butiran tak ada lagi ketiadaan di sebuah perkara fantasi yang mekar di alam ini kah kah kah aku merekah karna dingin ini tak menyusutkanku hanya membuat aku terperosot kedalam jurang sejauh horizon ataukah di hirau sebuah risau