Lapar
lunglai terkapar
seorang bocah tanpa sadar
bicara di ufuk fajar
hampir punah lelah terkejar
antara bisik buih terpencar
seuntai semangat mencari suap
sampai kota asing terhinggap
pada metropolitan sanggar keacuhan\
luluh lantak keadilan
lantas siapa pasang badan
karna sebait mantra di pemilihan
tak ada yang peduli
walau ayat tuhan mematri
hanya melihat pada puisi
saat arogan mulai menyanyi
atas panggung politik, nuansa keji
ah
tanpa lihat mata berduri
kupukul pagar bawah redam
gantung mengantung pasung busung
tidak murka
bukti sampai
di silang hubung
mungkin mati
seorang bocah tanpa sadar
bicara di ufuk fajar
hampir punah lelah terkejar
antara bisik buih terpencar
seuntai semangat mencari suap
sampai kota asing terhinggap
pada metropolitan sanggar keacuhan\
luluh lantak keadilan
lantas siapa pasang badan
karna sebait mantra di pemilihan
tak ada yang peduli
walau ayat tuhan mematri
hanya melihat pada puisi
saat arogan mulai menyanyi
atas panggung politik, nuansa keji
ah
tanpa lihat mata berduri
kupukul pagar bawah redam
gantung mengantung pasung busung
tidak murka
bukti sampai
di silang hubung
mungkin mati

Komentar
Posting Komentar